Sabtu, 30 April 2016

5. Service Operation

THE VALUE OF SERVICE OPERATION


What is Service Operation?
Layanan Operasional meliputi kegiatan sehari-hari, proses-proses, dan tanggung jawab infrastruktur untuk mengirimkan nilai untuk bisnis melalui teknologi. 

Consumerization dan Service Experience adalah sebuah faktor kunci di dalam layanan operasional. Tujuan dari layanan operasional adalah untuk mempertahankan layanan dari hari ke hari dimana tidak ada issue dalam pengerjaannya. Ketika issue berlangsung, dasar layanan operasional akan memberikan response berdasarkan prioritas bisnis.

The Primary Goals of Service Operation
  • Memungkinkan untuk lebih responsive, stabil, dan mengulangi layanan IT Delivery
  • Memberikan praktek kerja yang kuat
  • Memberikan proses yang meningkat seperti peristiwa dan permasalahan manajer
  • Memberikan proses baru seperti management event dan layanan penyelesaian permintaan

The Value of Service Operation 
Masing-masing tahapan pada siklus hidup layanan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) menambah dan memberikan nilai dalam bisnis. Layanan Operasional ini dilakukan dengan melaksanakan proses dan menjalankan layanan sebagaimana yang dimaksud didalam strategi layanan, desain layanan dan layanan transisi tahapan siklus hidup. Layanan operasional adalah tampak nyata dari organisasi IT dan yang terdekat dengan user dan customer. Pengiriman yang efektif dan efisien di dalam layanan adalah yang diharapkan dari layanan operasional ini.




Sabtu, 26 Maret 2016

Management

1. Pengertian Manajemen

Berikut pengertian manajemen menurut beberapa ahli:

a.) James A.F Stoner
Menurut James Stoner manajemen adalah perpaduan antara proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengaturan suatu organisasi sebagai usaha agar tercapainya suatu tujuan.

b) Peter E Drucker
Menurut Peter Drucker manajemen adalah sesuatu yang multi purpose dimana dapat mengatur bisnis, mengatur manajer-manajer dan mengatur para pekerja dan perkerjaan itu sendiri.

2. Fungsi Manajemen

Adapun fungsi dari manajemen itu sendiri umumnya ada 4, yaitu POAC atau POLC. Tidak ada perbedaan diantara kedua fungsi tersebut hanya beda sebutannya saja antara actuating dan leading intinya sama,yaitu untuk memimpin. berikut penjelasan dari 4 fungsi tersebut:

a.) Perencanaan (Planning)

Perencanaan berfungsi untuk mensetting tujuan dan menentukan langkah-langkah yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Ada, 3 tipe perencanaan diantaranya:

a) Perencanaan Strategis

Perencanaan yang strategis meliputi penganalisaan peluang dan ancaman, kekuatan dan kelemahan organisasi dan memastikan posisi mereka diterima di lingkungan sekitarnya

b) Perencanaan Taktis

Perencanaan taktis diartikan sebagai suatu perencanaan jangka pendek yang bertujuan untuk memastikan bahwa performa operasional konsisten dengan arah strategis organisasi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

c) Perencanaan Operasional

Perencanaan operasional adalah perencanaan jangka pendek yang bertujuan untuk mengembangkan tindakan-tindakan yang spesific yang mendukung perencanaan strategis dan perencanaan taktis.


b) Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian berfungsi untuk menjamin keseluruhan SDM dapat bekerja sesuai dengan kemampuannya di bidang masing-masing agar tercapainya suatu tujuan. 

Dalam pengorganisasian kegiatan yang dilakukan yakni staffing (penempatan staf) dan pemaduan segala sumber daya organisasi. Staffing sangat penting dalam pengorganisasian. Dengan penempatan orang yang tepat pada tempat yang tepat dalam organisasi, maka kelangsungan aktivitas organisasi tersebut akan terjamin. Fungsi pemimpin disini adalah mampu menempatkan the right man in the right place. Pemimpin harus mampu melihat potensi-potensi SDM yang berkualitas dan bertanggung jawab untuk melaksanakan aktivitas roda organisasi. Setelah menempatkan orang yang tepat untuk tugas tertentu, maka perlu juga mengkoordinasikan dan memadukan seluruh potensi SDM tersebut agar bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan organisasi.

c) Kepemimpinan (Leading/Actuating)

Kepemimpinan diartikan sebagai kegiatan mempengaruhi orang-orang disekitar untuk dapat bekerja lebih giat agar tercapainya suatu tujuan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat memotivasi anggotanya, berkomunikasi dengan baik dan secara bijak menggunakan kekuasaannya.

Untuk menjadi pemimpin yang baik, hal yang pertama kali dilakukan adalah mengerti personality anggotanya baik tingkah laku maupu emotionalnya. hal itu berguna bagi seorang manajer supaya manajer tahu bagaimana memimpin anggotanya.

Tujuan kepemimpinan adalah :
Menciptakan kerjasama yang lebih efisien
Mengembangkan kemampuan & keterampilan staf
Menumbuhkan rasa memiliki & menyukai pekerjaan
Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang meningkatkan motivasi & prestasi kerja staf
Membuat organisasi berkembang secara dinamis.


d) Pengendalian (Controlling)

Pengendalian memastikan bahwa apa yang dikerjakan sudah sesuai dengan konteks yang diberikan. Pengendalian terbagi dalam tiga tahap, yakni membangun performa standart, membandingkan performa nyata dengan standart, melakukan koreksi jika diperlukan. 

Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan tujuan organisasi dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan, baik dalam bentuk pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan antisipasi, koreksi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan lingkungan sekitar organisasi.

Manfaat pengawasan :
Dapat mengetahui sejauh mana program telah dilaksanakan
Dapat mengetahui adanya penyimpangan
Dapat mengetahui apakah waktu & sumber daya mencukup
Dapat mengetahui sebab-sebab terjadinya penyimpangan
Dapat mengetahu staff yang perlu diberikan penghargaan/promosi

3. Proses Manajemen

Proses manajemen menurut Henry Fayol dibagi menjadi 5, yaitu:

a) Planning

Planning adalah perencanaan kedepan. Menurut Henry Fayol, menyusun perencanaan aksi yang baik adalah hal terberat dari kelima fungsi manajemen. Hal ini memerlukan persetujuan dari semua pihak yang terlibat di dalam organisasi. Mengingat waktu dan implementasi, perencanaan harus terhubung dan terkoordinasi pada level yang berbeda. Perencanaan harus bisa memanfaatkan sumber daya yang ada dan pertimbangan akan keluwesan masing masing personil dalam hal ini yang akan menjamin kelanjutannya. 

b) Organizing

Sebuah Organisasi akan berfungsi dengan baik jika terorganisasi dengan baik pula. Artinya harus ada modal, staff dan bahan baku yang cukup agar sebuah organisasi dapat berjalan dengan lancar dan bisa membangun struktur kerja yang bagus. Struktur organisasi dengan pembagian tugas dan fungsi yang baik merupakan hal yang sangat penting. Ketika nilai guna sedang meningkat, organisasi dapat memperluas baik secara vertikal maupun horizontal. Hal ini tergantung dari gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Organizing adalah fungsi terpenting dari kelima fungsi manajemen.

c) Commanding

Ketika selesai diberikan perintah dan instruksi kerja, karyawan akan tahu apa yang mereka butuhkan. Keuntungan dari semua karyawan akan dioptimalkan jika mereka diberikan instruksi yang konkrit dengan menghargai segala aktifitas yang dilakukan oleh mereka. Manajer yang sukses mempunyai integritas, komunikasi yang jelas dan keputusan yang diambil berdasarkan masukan-masukan yang mereka terima. Mereka mampu memotivasi sebuah team dan mendorong karyawan untuk mengambil inisiatif

d) Coordinating

Ketika segala kegiatan berjalan selaras, organisasi akan berfungsi dengan baik. Memberikan pengaruh positif pada karyawan sangat penting pada bagian ini. Mengkoordinasikan tujuan mereka dengan memberikan motivasi dan disiplin dengan grup yang dinamis. Hal ini bergantung pada komunikasi dan kepemimpinan yang baik. Hanya kerjasama dengan karyawan yang baik yang bisa membuat tujuan dapat tercapai

e) Controlling

Dengan memeriksa apakah semua berjalan sesuai rencana, organisasi akan tahu apakah aktifitas yang dilakukan cocok dengan perencanaan. Jika ada suatu permasalah cari sebuah solusi kreatif dan buat keputusan. Dimulai dengan menganalisa lingkungan organisasi dan dikahiri dengan mengevaluasi hasil dari solusi implementasi.

4. Manajement Role
Manajemen role menurut Mintz Berg, yaitu sebagai berikut:

a. Interpersonal Category

  • Figurehead: Sebagai seorang manajer mempunyai tanggung jawab sosial, resmi dan sah. Anda diharapkan sebagai sumber inspirasi.
  • Leader: Ini dimana anda menjadi pemimpin untuk team, departemen, atau bahkan seluruh organisasi
  • Liaison: Manajer harus berkomunikasi dengan pihak internal maupun eksternal.


b. Informational Category

  • Monitor: Diposisi ini, anda mencari informasi yang berkaitan dengan organisasi dan industri anda, mencari perubahan yang relevant di lingkungan sekitar
  • Disseminator: Ini dimana anda mengkomunikasikan informasi yang potensial kepada kolega-kolega anda atau kepada team anda.
  • Spokesperson: Pada posisi ini, anda bertanggung jawab menyampaikan informasi tentang organisasi anda dan tujuannya kepada orang-orang diluar sana.


c. Decisional Category

  • Enterpreneur: Sebagai seorang manajer, anda membuat dan mengatur perubahan terhadap organisasi. Ini berarti menyelesaikan masalah, membua ide baru, dan mengimplementasikannya.
  • Disturbance Handler: Ketika organisasi atau team menemui suatu hambatan yang tidak diduga, ini tugas manajer untuk mengambil alih.
  • Resource Allocator: Anda juga harus menentukan dimana sumber daya organisasi yang bagus untuk dipergunakan.
  • Negotiator: Anda mungkin dibutuhkan untuk berperan secara langsung dalam hal negosiasi penting dengan teammu, departemen atau organisasi


5. Teori Organisasi Klasik

Ada beberapa ahli yang mengemukakan tentang teori organisasi klasik diantaranya:

a) Henry Fayol

Pada tahun 1916, Fayol mempublikasikan "14 Principles of Management" miliknya yang terdapat di dalam buku "Administration Industrielle et Generale" bersamaan dengan itu ia juga membuat daftar 6 fungsi primer manajemen yang sebelumnya telah saya jelaskan. keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain. Berikut penjelasan dari "14 principles of management" tersebut:


  1. Division of work: Saat pekerja memiliki bidang spesial masing-masing, hasil dari pekerjaan akan meningkat karena skill mereka semakin bertambah dan pekerjaan jadi lebih efisien.
  2. Authority: Manajer pasti mempunyai kewenangan untuk memberi perintah, tetapi mereka juga harus mengingat dimana ada kewenangan disitu ada tanggung jawab.
  3. Discipline: Kedisiplinan harus ditegakkan di dalam organisasi, tetapi metode yang digunakan bisa sangat berbeda.
  4. Unity of Command: Pekerja harus mempunyai satu atasan langsung.
  5. Unity of Direction: Team dengan tujuan yang sama harus bekerja dibawah arahan oleh satu orang manajer dengan menggunakan satu rencana yang sama. Hal ini akan memastikan setiap tindakan dapat terkodinir dengan baik
  6. Subordination of individual interest to the general interest: Kepentingan satu anggota tidak boleh menjadi lebih penting dari kepentingan lainnya. Hal ini termasuk manager.
  7. Remuneration: Kepuasan pekerja tergantung dari renumerasi yang adil bagi semua orang.  Hal ini termasuk kompensasi financial dan non-financial.
  8. Centralization: Prinsip ini mengacu pada seberapa deket pekerja dengan proses pengambilan keputusan, Hal ini sangat penting untuk tujuan keseimbangan yang tepat.
  9. Scalar Chain: Pekerja harus menyadari, dimana mereka berdiri di dalam hierarki organisasi atau dalam rantai kekuasaan.
  10. Order: Fasilitas tempat kerja harus bersih, rapih, dan aman untuk para pekerja. Semuanya harus pada tempatnya.
  11. Equity: manajer harus bersikap adil kepada para pekerja setiap waktu, Baik menegakan kedisiplinan jika diperlukan atau bersikap baik jika sesuai..
  12. Stability of Tenure of Personnel: manajer harus berjuang untuk memperkecil pergantina pekerja. Rencana pribadi harus menjadi prioritas.
  13. Iniative: Para pekerja harus diberikan kebebasan yang cukup untuk membuat dan melaksanakan rencana
  14. Esprit de Corps: Organisasi harus berusaha keras untuk meningkatkan semangat dan kesatuan tim.
b) Max Weber

Teori yang dikeluarkan oleh Max Weber adalah mengenai birokrasi. Didalamnya terdapat pembagian tugas, aturan dan regulasi, hierarki kewenangan, teknikal kualifikasi(standarisasi), sifat-sifat umum.

Teori yang dikemukakan Max weber berfokus pada birokrasi. Hal ini ia buat karena ketertarikan dia pada alasan dibalik tindakan para pekerja. Weber juga ingin membuat perbedaan antara kewenangan dan kekuasaan, weber juga ingin menegakan sebua birokrasi di dalam team.

c) Mary Parker Follet

Follett tidak pernah memimpin sendiri perusahaan berprofit sebelumnya, namun wawasan yang tajam ke dalam dinamika organisasi dan kelompok memberinya teori daya tarik luas. Dia menganjurkan "menarik" daripada pendekatan "mendorong" untuk motivasi karyawan, membedakan antara "kekuasaan atas" dan "kekuasaan dengan," dan mendalilkan ide berwawasan pada negosiasi, resolusi konflik dan pembagian kekuasaan yang membantu membentuk teori manajemen modern.

Teori Manajemen Mary Parker Follet ditandai dengan prinsip-prinsip seperti berikut:

  • Penyelesaian konflik melalui integrasi.
  • Kekuatan yang sesungguhnya, bukanlah kekuatan yang berdiri di atas, melainkan kekuatan yang berdiri bersama.
  • Pemimpin sejati membentuk kekuatan dalam grup, bukan pada dirinya sendiri.

6) Teori Machiavelli

Dalam teorinya, Machiavelli mengungkapkan bahwa ia percaya negara yang baik adalah tanggung jawab penguasa dan harus dicapai dengan berbagai kemungkinan, baik dengan kecurangan, penghianatan, maupun tipu daya sekalipun. Ia juga berpendapat bahwa seorang pemimpin yang baik bisa memanfaatkan sifat kelemahan manusia pada orang-orang disekitarnya menjadi sebuah hasil yang terbaik.

Berdasarkan analisa politik menggunakan teori militer, dia dapat menyimpulkan bahwa esensi dari kebanyakan kehidupan politik adalah konspirasi.

7) Teori Mao Zedong

Mao Zedong adalah seorang tokoh politik terkemuka di china. Ia adalah sosok pemimpin di dalam Comunist Party of China. Ia dikenal dengan sebutan Mao Tse-tung Ssu-hsiang ("Mao Zedong Thoutght").

Mao zedong dikarakterkan sebagai seorang subjectivisme dalam suatu teori dan asas kesukarelaan di dalam politik. Dengan doctrine "Serve the people" (melayani rakyat) nya ia menjadi salah satu tokoh penting di china pada saat itu. Namun, Ia berhasil menjalin kerja sama dengan media sehingga ia dapat begitu mudah diterima oleh masyarakat.

Mao berpendapat bahwa menjalin hubungan yang terlalu dekat dapat menggangu sebuah tujuan dalam organisasi. Maka dari itu dia lebih memilih untuk tidak hadir pada kegiatan yang dianggap menjatuhkannya

8) Filosofi Frederick A Taylor

Frederick Winslow Taylor adalah seorang insinyur mekanik asal Amerika Serikat yang terkenal atas usahanya meningkatkan efisiensi industri. Ia juga dikenal sebagai bapak "Manajemen Ilmiah".

Dalam ilmu manajemen taylor mengemukakan bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah sepertiga dari seharusnya. Taylor kemudian mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah "teknik terbaik" dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan.

Berdasarkan Pengalamannya itu, taylor membuat sebuah pedoman tentang meningkatkan efisiensi produksi. Pedoman itu ialah:


  • Kembangkanlah suatu ilmu bagi tiap-tiap unsur pekerjaan seseorang
  • Secara ilmiah, pilihlah dan kemudian latihlah, ajarilah, lalu kembangkanlah pekerja tersebut
  • Bekerja samalah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja untuk menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prinsip ilmu yang telah dikembangkan tadi
  • Bagilah pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir merata antara manajemen dengan para pekerja.


Sumber:
http://www.toolshero.com/management/five-functions-of-management/
http://www.referenceforbusiness.com/management/Log-Mar/Management-Functions.html
http://kalyan-city.blogspot.co.id/2011/04/what-is-management-definitions-meaning.html
http://smartitmanagement.blogspot.co.id/2008/10/definition-of-management.html
https://www.mindtools.com/pages/article/management-roles.html
http://rickyanggili.blogspot.co.id/2011/11/poac-planning-organizing-actuating.html
https://www.mindtools.com/pages/article/henri-fayol.htm
https://prezi.com/f2kszdwlu4qq/max-weber-classical-organization-theory/
http://www.business.com/management/management-theory-of-mary-parker-follett/
https://www.quora.com/What-were-Machiavellis-political-views
http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Maoist+theory
https://en.wikipedia.org/wiki/Frederick_Winslow_Taylor

Kamis, 11 Februari 2016

Kreatifitas

Membuat Kotak Surat dari Barang tak terpakai

Barang tak terpakai tentu sangat membuat kita risih akan tetapi barang tidak terpakai itu bisa menjadi sesuatu yang berguna apabila kita pandai mendaur ulangnya. Pada postingan kali ini saya akan menunjukan bagaimana mendaur ulang barang tak terpakai.

Bahan:

- 1 buah Kardus bekas
- 2 buah Karton
- 1 buah Pisau
- 1 buah Gunting
- 1 buah Lem Perekat
- 1 buah Penggaris
- 1 buah spidol berwarna

Cara Kerja:
Ambil satu buah kardus bekas bentuk menyerupai kotak surat, kemudian lubangi bagian atasnya sedikit. Setelah itu ambil dua buah karton dan gunting sesuai dengan bentuk kardusnya (gunakan penggaris untuk mempermudah mencari ukurannya). Tempelkan kertas karton yang sudah berpola pada kardus dengan lem perekat. Hias agar lebih menarik. Kotak Surat pun siap




Selasa, 09 Februari 2016

Budaya

Budaya... bila kita mendengar kata ini kita pasti akan membayangkan keindahaan kebudayaan kita masing-masing. Ya, memang banyak sekali budaya yang ada di negara kita ini. Oleh karena itu, negeri kita dikenal dengan negeri 1000 budaya karena terbentang luas dari sabang sampe merauke kebudayaan dan kekhasan masing-masing daerah.


Sudahkah memajukan budaya bangsa? sebuah pertanyaan menggelitik bagi kita semua mengingat remaja-remaja sekarang lebih mengelu-elukan budaya luar dan menyampingkan budaya kita sendiri yang menurut mereka terlalu "kuno" atau sudah ketinggalan jaman. Lalu bagaimanakah budaya ini berasal? untuk itu saya akan mencoba mengulasnya.

Definisi Budaya

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Unsur-unsur Budaya

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
  • alat-alat teknologi
  • sistem ekonomi
  • keluarga
  • kekuasaan politik
Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
  • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
  • organisasi ekonomi
  • alat-alat, dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
  • organisasi kekuatan (politik)
C. Kluckhohn mengemukakan ada 7 unsur kebudayaan secara universal (universal categories of culture) yaitu:
  • bahasa
  • sistem pengetahuan
  • sistem tekhnologi, dan peralatan
  • sistem kesenian
  • sistem mata pencarian hidup
  • sistem religi
  • sistem kekerabatan, dan organisasi kemasyarakatan
Budaya Nusantara

Seperti yang kita ketahui bahwa di Indonesia terdapat ribuan budaya, di pulau sumatra misalkan masing-masing provinsi memiliki kekhasan budayanya masing-masing. Sebagai contoh saya akan mengambil kebudayaan yang berada di Aceh

Nanggroe Aceh Darussalam atau biasa dikenal dengan serambi mekkah karena merupakan daerah yang memiliki pengaruh islam yang sangat kuat juga merupakan peninggalan kerajaan muslim pertama di Indonesia maka terheran jika kebudayan di daerah ujung sumatra ini memiliki kemiripan dengan kebudayaan negara-negara muslim diluar. Adapun kebudayaannya adalah sebagai berikut:


1. Rumah Adat


Rumah adat Aceh dinamakan Rumoh Aceh. Rumah adat Aceh dibuat dari kayu meranti dan berbentuk panggung. Mempunyai 3 serambi yaitu Seuramoe Keu (serambi depan), Seuramoe Inong (serambi tengah) dan Seuramoe Likot (serambi belakang). Selain itu ada pula rumah adat berupa lumbung padi yang dinamakan Krong Pade atau Berandang.



2. Pakaian adat 

Pakaian adat yang dikenakan pria Aceh adalah baju jas dengan leher tertutup (jas tutup), celana panjang yang disebut cekak musang dan kain sarung yang disebut pendua. Kopiah yang dipakainnya disebut makutup dan sebilah rencong terselip di depan perut. Wanitanya memakai baju sampai kepinggul, celana panjang cekak musang serta kain sarung sampai lutut. Perhiasan yang dipakai berupa kalung yang disebut kula, pending atau ikat pinggang, gelang tangan dan gelang kaki. Pakaian ini dipergunakan untuk keperluan upacara pernikahan.


3. Tari-tarian Aceh

  • Tari Seudati, berasal dari arab dengan latar belakang agama islam. Sebuah tarian dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di Aceh.
  • Tarian Saman Meuseukat, dilakukan  dalam posisi duduk berbanjar dengan ajaran kebajikan, terutama ajaran agama islam.
  • Tarian Pukat, adalah tarian yang melambangkan kehidupan para nelayan dari pembuatan pukat hingga mencari ikan.
  • Tari Rebana, merupakan tari kreasi yang menekankan pada keterampilan memainkan alat musik "rebana" dalam mengiringi gerak-gerak lincah khas Aceh. Tari ini biasa ditampilkan dihadapan tamu-tamu agung.
Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://www.kebudayaanindonesia.com/2013/05/nanggroe-aceh-darussalam.html

Perubahan dan Pengembangan Organisasi

A. Definisi Perubahan & Pengembangan Organisasi


Sebagai umat manusia kita tentu mengalami perubahan untuk menuju sesuatu yang lebih baik lagi begitu juga organisasi, organisasi berubah dan berkembangan dengan tujuan menjadi lebih baik lagi. Lalu sebenernya apa yang dimaksud perubahan dan perkembangan itu? 

Para ahli berpendapat:

Neni Nurmayanti Husanah

Perubahan  merupakan  sesuatu  yang  unik  karena  perubahan-perubahan yang terjadi  dalam berbagai  kehidupan  itu  berbeda-beda  dan  tidak  bisa disamakan, walaupun  memmiliki  beberapa persamaan  dalam  prosesnya.

Brian Clegg

Perubahan  merupakan  suatu  kekuatan  yang  sangat  hebat,  yang  dapat memotivasi  atau mendemotivasi.

A.B Susanto

Perubahan  adalah  keniscayaan  yang  menyertai  kehidupan,  dapat  terjadi dimana saja,  kapan  saja, dan  menimpa  siapa saja.

Sedangkan, perkembangan adalah:

Perkembangan  merupakan  serangkaian  perubahan  progresif  yang terjadi  sebagai  akibat  dari proses  kematangan  dan  pengalaman dan  terdiri  atas  serangkaian  perubahan  yang  bersifat kualitatif dan  kuantitatif  ( E.B. Harlock ).

Berdasarkan pengertian diatas, dapat kita simpulkan bahwa perubahan dan perkembangan memiliki suatu keterkaitan yang sangat kuat. seseorang yang mengalami perkembangan progresif berarti seseorang itu sudah berubah menjadi lebih baik lagi akan tetapi seseorang yang berubah tapi tidak menunjukan suatu progresif apapun berarti dapat dikatakan orang itu tidak mengalami perkembangan.

Sedangkan hubungannya dalam organisasi dapat diartikan bahwa Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.. 

B. Langkah Perubahan Organisasi 

Suatu Organisasi tidak harus melakukan suatu perubahan. Hal ini merupakan sebuah strategi untuk memenuhi beberapa keseluruhan tujuan dari suatu organisasi. Langkah tersebut terdiri dari:

  • Mengadakan pengkajian : tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang antara lain: politik, ekonomi, teknologi, hokum, social budaya dan sebagainya.
  • Mengadakan identifikasi : yang perlu di identifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi .setiap factor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
  • Menetapkan perubahan : sebelum langkah langkah perubahan diambil , pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
  • Menentukan strategi : apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin orgganisasi harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
  • Melakukan evaluasi : untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negative perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh positif terhadap organisasi dan apabila sebaliknya berarti negative.
C. Perencanaan Strategi Pengembangan Organisasi




Perencanaan strategis adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana suatu organisasi/perusahaan akan diarahkan, dan bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan lingkungan.

Hasil dari proses perencanaan strategi berupa dokumen yang dinamakanstrategic plan yang berisi informasi tentang program-program beberapa tahunyang akan datang. Manajer memerlukan jenis perencanaan khusus yang disebut perencanaan strategis. Perencanaan strategis ini akan digunakan untuk menentukan misi utama organisasi dan membagi-bagi sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya.

Ada 2 (dua) alasan yang menunjukkan pentingnya Perencanaan Strategis :
memberikan kerangka dasar dalam mana semua bentuk-bentuk perencanaan lainnya yang harus di ambil akan mempermudah pemahaman bentuk-bentuk perencaaan lainnya. Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi perusahaan menjadi jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif. 

Tiap penerapan perlu merancang variasinya sendiri sesuai kebutuhan,situasi dan kondisi setempat. Meskipun demikian, secara umum proses perencanaan strategis memuat unsur-unsur:

  • perumusan visi dan misi, 
  • pengkajian lingkungan eksternal,
  • pengkajian lingkungan internal,
  • perumusan isu-isu strategis,
  • penyusunan strategi pengembangan (yang dapat ditambah dengan tujuan dan sasaran).
Referensi 1                  Referensi 2                    Referensi 3

Sabtu, 26 Desember 2015

Desain & Struktur Organisasi

Desain dan struktur Organisasi merupakan faktor penting yang mempengaruhi perilaku individu dan kelompok-kelompok yang ada di dalam organisasi. Berbagai perubahan yang terjadi dalam manajemen dalam lingkungan bisnis global saat ini merupakan alasan utama desain dan struktur menjadi lebih diperhatikan. 

Dalam konteks desain organisasi, Ivancevich (2008) mendefinisikannya sebagai proses penentuan keputusan untuk memilih alternatif kerangka kerja jabatan, proyek pekerjaan, dan departemen. Dengan demikian, keputusan atau tindakan-tindakan yang dipilih ini akan menghasilkan sebuah struktur organisasi.

A. Dimensi Struktur Organisasi

Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.

1.Formalisasi

Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.

2.Sentralisasi

Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut: Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.

3.Kerumitan

Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.

B. Departemenlisasi

Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa-numeral
9. Proyek atau matriks

Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi.

kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.

Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.

Departementalisasi Divisional : Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).

Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

C. Model-model desain organisasi

Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.

1. Desain Organisasi Mekanistik.
  • Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
  • Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
  • Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
  • Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
  • Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
  • Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
  • Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.


2. Desain Orgranisasi Orgranik.
  • Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
  • Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
  • Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
  • Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
  • Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
  • Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
  • Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
  • Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.


referensi:

https://teorionline.wordpress.com/category/kumpulan-teori/desain-dan-struktur-organisasi/
https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/dimensi-struktur-organisasi/

Kepemimpinan

A. Definisi Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Kekuasaan merupakan kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakannya. 

Para ahli mendifinisakan kepemimpinan sebagai berikut:

1. George R. Terry 

    Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

2. Ordway Tead

  Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.

3. Rauch & Behling

    Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.

B. Gaya- gaya Kepemimpinan

Ada banyak gaya kepemimpinan yang terjadi di perusahaan. Efektivitas seorang pemimpin dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang dimilikinya. Kurt Lewin mengatakan bahwa ada 3 gaya kepemimpinan yaitu:

1. Otokratik

Gaya kepemimpinan ini semuanya ditentukan oleh pemimpin, pemimpin adalah segalanya. Semua keputusan diambil oleh pemimpin dan anak buah tidak mempunyai hak untuk bersuara. Anak buah hanya menjalankan instruksi yang diberikan. Pola komunikasi yang terjadi adalah satu arah dari pemimpin ke anak buah. Pemimpin yang menggunakan gaya ini sangat task oriented sehingga besar kemungkinan ada anak buah yang tidak cocok dengan gaya kepemimpinan ini.

2. Demokratik

Gaya kepemimpinan ini memberikan tanggung jawab dan wewenang kepada semua anggota tim. Semua terlibat aktif dalam mengambil keputusan dan boleh memberikan masukan kepada anggota maupun kepada pemimpin. Pemimpin bersikap terbuka kepada usul yang diberikan karena menganggap semua usul baik adanya untuk kemajuan perusahaan. Gaya kepemimpinan ini menyeimbangkan antara tugas yang diberikan harus terselesaikan dengan baik dan penting menjaga hubungan harmonis antar tim.

3.     Laissez – Faire

Gaya kepemimpinan ini memberikan kebebasan mutlak kepada anak buah untuk berkreasi. Dalam hal ini, pemimpin bersifat pasif dan menunggu semuanya dari anak buah. Pola kepemimpinan yang terjadi adalah satu arah dari anak buah kepada pimpinan. Gaya kepemimpinan ini cocok diterapkan jika mempunyai anak buah dengan inisiatif yang baik.

C. Teori-teori Kepemimpinan

a) Teori Sifat

Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.

Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah: – pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; – sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.

b) Teori Perilaku

Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:

*) Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah, mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya.

*) Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. 

c) Teori Situational

Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan
http://kepemimpinan-fisipuh.blogspot.co.id/ 
http://magnatransformaprovidencia.blogspot.co.id/2014/01/gaya-kepemimpinan-dalam-suatu-organisasi.html
http://ekoif.weebly.com/teori-kepemimpinan.html